Tuesday, September 2, 2014

You are here: Home > Hadis 40 Imam Nawawi > Hadis ke-36 ( Hadis 40 Imam Nawawi )

Hadis ke-36 ( Hadis 40 Imam Nawawi )

by Cahaya Purnama

no-36

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طِرِيقاً إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ رَوَاهُ مُسْلِمٌ بِهذَا اللَّفْظِ

 

 

MAKSUD HADIS

 

Hadis diriwayatkan oleh al-lmam Muslim dengan lafaz ini.

Daripada Abu Hurairah r.a. daripada Nabi SAW, Baginda telah bersabda:

Barangsiapa yang melepaskan seorang mukmin daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan dunia, nescaya Allah akan melepaskannya daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan Qiamat. Barangsiapa yang mempermudahkan bagi orang susah, nescaya Allah akan mempermudahkan baginya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutup ke’aiban seorang muslim, nescaya Allah akan menutup ke’aibannya di dunia dan akhirat. Allah sentiasa bersedia menolong hambaNya selagi mana dia suka menolong saudaranya. Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk menuntut ilmu, nescaya Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan menuju ke syurga. Sesuatu kaum tidak berkumpul di salah sebuah rumah-rumah Allah (iaitu masjid) sambil mereka membaca Kitab Allah dan mengkajinya sesama mereka melainkan suasana ketenangan akan turun ke atas mereka, rahmat akan melitupi mereka dan mereka akan di kelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut (perihal) mereka kepada orang-orang yang berada di sisiNya. Barangsiapa yang terlambat amalannya, nescaya nasab keturunannya tidak mampu mempercepatkannya.

 

HADITH 36

 

It was related on the authority of Abu Hurairah, radiyallahu ‘anhu, that the Prophet, , said:

“Whosoever relieves from a believer some grief pertaining to this world, Allah will relieve from him some grief pertaining to the Hereafter. Whosoever alleviates the difficulties of a needy person who cannot pay his debt, Allah will alleviate his difficulties in both this world and the Hereafter. Whosoever conceals the faults of a Muslim, Allah will conceal his faults in this world and the Hereafter. Allah will aid a servant (of His) so long as the servant aids his brother. Whosoever follows a path to seek knowledge therein, Allah will make easy for him a path to Paradise. No people gather together in one of the houses of Allah, reciting the Book of Allah and studying it among themselves, except that tranquillity descends upon them, mercy covers them, the angels surround them, and Allah makes mention of them amongst those who are in His presence. Whosoever is slowed down by his deeds will not be hastened forward by his lineage.”

[Muslim]

 

Pengajaran hadis:


(1) lslam adalah agama tolong menolong, bantu membantu dan saling memperkuat antara satu sama lain. Faktor inilah merupakan teras kekuatan umat lslam dan rahsia besar kegemilangan tamadun lslam yang silam.

(2) lslam menggalakkan umatnya agar selalu melepaskan saudaranya yang dalam kesempitan dunia, yang berada dalam kesusahan hidup dan melindunginya serta memelihara ke’aibannya daripada disebarluaskan di kalangan manusia. Semua perbuatan tersebut dijanjikan Allah balasan yang setara dan setimpal dengan perbuatannya.

(3) Allah akan sentiasa menolong hamba-hambaNya selagimana mereka suka tolong menolong sesama Mmereka.

(4) llmu adalah cahaya menuju ke syurga. Barangsiapa yang menuntut ilmu, dengan niat ikhlas, Allah menjanjikan baginya kemudahan menuju jalan ke syurga.

(5) Berkumpul dan mengkaji al-Qur’an dan ilmu di masjid adalah antara amalan yang amat diberkati Allah. Para malaikat turun mengelingi mereka, ketenangan dan rahmat menyelubungi mereka. Mereka mendapat penghormatan agung dari Allah SWT apabila Dia menyebut nama mereka kepada para penghuni langit.

(6) Sesungguhnya manusia dimuliakan dan memasuki syurga dengan amalannya dan rahmat Allah, bukannya dengan keturunan. Barangsiapa yang amalannya kurang dan atau amalan jahatnya menyusahkannya di akhirat nanti, nasab keturunan kebangsawanannya tidak mampu sama sekali memberi syafa’at kepadanya. Secara tidak langsung hadis ini menggesa umat lslam agar berbekaldengan amalan soleh untuk menghadapi hari akhirat nanti.

Incoming search :

hadis tolong menolong,hadist tolong menolong,hadits tentang kesusahan,dalil tolong menolong sesama muslim,hadits menolong orang susah,hadis tentang tolong menolong sesama manusia,hadis tentang tolong menolong,memudahkan urusan orang lain,hukum merebut suami orang,hadis tentang hidup susah,allah memudahkan orang yang memudahkan,hadits memudahkan urusan orang lain,hadits membantu orang lain,hadits membantu orang dalam kesusahan,hadist nabi tentang wanita perebut suami orang,hadits mempermudah urusan orang lain,hadits menolong orang lain,imam nawawi ilmu cahaya,hadits permudahkan urusan orang lain,hadits tentang ikhlas melepaskan,hadits ke 36 imam nawawi,hadits ilmu itu cahaya,hadits dipermudah dalam kesusahan,hadist tentang 3 orang yang susah di dunia dan akhirat,hadist tentang barang siapa yang memudahkan urusan orang,hadist tentang mempermudahkan urusan orang lain,hadist tentang memudahkan hidup org lain,hadist tentang menolong orang kita akan di tolong alah,muslim salin bantu membantu kata,hadist tentang tolong menolong,hadist ttg tolong menolong,hadith bantu-membantu,hadith ke 36 imam nawawi,hadits barang siapa terlambat dengan Allah,hadits barang siapa yang memudahkan urusan orang lain,hadits tentang membantu orang lain,hadits tentang merebut suami orang,hadits tentang tolong menolong sesama muslim,mempermudah kan urusan orang,mempermudah urusan orang lain,memudahkan urusan saudrnya,menolong orang susah,muat turun hadith 40 imam nawawi,mudahkan urusan orang lain,mudahkanlah jalan orang lain maka allah akan memudahkan jalanmu,orang yang memudahkan urusan orang,Siapa bantu saudaranya Allah akan,siapa yang memudahkan akan dipermudah,siapa yang memudahkan urusan orang lain,teks arab hadits akhirat,Tolong menolong dalam islam,membantu saudara dalam islam,membantu orang yang susah,hadits tolong menolong,hadits tolong menolong sesama manusia,hikmah bantu orang,hikmah dari kasus marsinah,hikmah menolong suami,hukum bantu orang bukan islam,hukum menolong org susah,kata bijak islam tentang wanita perebut suami orang,Kata kata hadist barang siapa melepaskan kesulitan org lain sesungguhnya,Kata kata tuhan akan membantu hambanya yang berusaha,kata kata untuk orang dlm kesusahan,kata mutiara balasan untuk orang saling tolong menolong,membantu orang dalam kesusahan,Tolong orang dalam kesusahan,Hadist nabi tentang tolong menolong,allah mempermudahkan jalannya ke syurga,barangsiapa melepaskan kesusahan,barangsiapa mempermudah urusan,barangsiapa menolong saudaranya,barangsiapa yang melepaskan kesulitan,dalil bantu membantu,DALIL DAN HADIST MENOLONG,dalil manusia membutuhkan sesamanya,dalil membantu orang yang kesulitan,dalil mempermudah urusan orang lain,dalil orang yg memudahkan kesulitan orang lain,dalil orang yg merebut suami orang,dalil tentang jika ikhlas maka Allah akan mempermudah urusan dunia,dalil tentang memudahkan urusan orang lain,barang siapa yang memudahkan urusan saudaranya,barang siapa yang memudahkan kehidupan orang lain hidupnya akan dimudahkan,allah memudahkan baginya jalan ke surga,allah menyukai orang orang yg membantu sesamanya sedang dalam kesusahan atu kesempitan,allah yang memudahkan,arti nama marsina mnurut islam,ayat al qur an yang menyatakan sesungguhnya Allah mempermudahkan umatnya,ayat alquran bantu membantu,ayAt alquran tetang menolong orang susah,ayat tentang merebut suami orang,ayat tentang sulit membantu orang lain,ayat tentang wanita perebut suami orang,barang siapa memudahkan urusan orang lain,barang siapa memudahkan urusan saudaranya,barang siapa yang membantu,dalil tentang tolong menolong,hadhis tentang tolong menolong,hadis 36,hadis tentang bantu saudara seislam mu,hadis tentang ilmu dimudahkan jalan ke syurga,hadis tentang kerja orang bumi,hadis tentang menolong orang sedand kesusahan,hadis tentang menolong saudara kita,hadis tentang org yg mau brusaha,hadis tentang pekerjaan yg sulit,hadis tentang pemberontakan,hadis tentng saudara islam,hadist Allah akan membantu hamba dalam kesulitan,hadist atau ayat mengenai wanita perebut suami,hadist ayat arab tolonglah kepada orang yang membutuhkan,hadist membantu yang lagi kesusahan,hadis nabi tentang bantu membantu,hadis nabi orang tang memudahkan,hadis 40 bila kita mempermudahkan urusan orang lain allah akan mempermudahkan kita,hadis 40 saudara,hadis bantu saudara,hadis berkaitan rahmat dari kesusahan,hadis berkenaan menolong orang dalam kesusahan,hadis kesusahan,hadis menolong orang,hadis menolong orang dalam kesempitan,hadis menolong orang dalam kesusahan,hadis menuntut ilmu dimudahkan jalan ke syurga,hadis mudahkan,hadis mudahkan kerja orang lain,hadis nabi barangsiapa bantu orang susah,hadist mempermudah urusan orang lain

{ 1 comment… read it below or add one }

aida May 7, 2013 at 12:37 am

Perempuan yang Menggentarkan Rezim, Marsinah Pahlawan Kaum Buruh

TERSEBUTLAH seorang perempuan yang bernama Marsinah, berasal dari desa Nglundo, Sukomoro, lahir pada tanggal 10 April 1969, ia berasal dari kalangan buruh tani yang kemudian dipaksa mencari pekerjaan di kota akibat lahan pertanian yang semakin sempit dan kemiskinan masyrakat pedesaan. Ia kemudian memperoleh pekerjaan sebagai buruh di sebuah pabrik arloji, PT Catur Putra Surya, Porong, Sidoarjo, Surabaya. Sosoknya yang selalu dikenang oleh kaum buruh dan aktivis karena kematiannya yang tragis disaat menjalankan protes terhadap perusahaan tempatnya bekerja.

Setelah menghilang selama 3 hari, tubuhnya ditemukan tak bernyawa di hutan di dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, pada tanggal 8 Mei 1993 (yang kemudian dikenal sebagai Hari Marsinah). Hingga hari ini kasusnya masih belum menemukan kejelasan tentang siapa yang sebenarnya bertanggung jawab.

Ia Dibunuh, Tulang Panggul dan Lehernya Hancur

Dimulai dengan unjuk rasa yang dilancarkan oleh para buruh PT Catur Putra Surya pada tanggal 3 dan 4 Mei, karena kenaikan upah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah setempat sebesar 20 persen gaji pokok tidak kunjung dipenuhi oleh perusahaan. Mereka menuntut kenaikan gaji dari Rp1.700 menjadi Rp2.250 dan tunjangan sebesar Rp550 perhari. Marsinah, adalah salah seorang buruh yang aktif dalam rapat-rapat dan aksi-aksi tersebut meski pun ia bukan lah anggota serikat buruh karena kesibukannya di kerja-kerja sampingan lainnya demi mengumpulkan duit dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pada tanggal 3 Mei, aksi mereka dihalang-halangi oleh Koramil setempat, tapi semangat para buruh tidak surut, malah pada tanggal 4 Mei mereka melancarkan aksi mogok total dengan 12 tuntutan mereka, termasuk tuntutan upah, tunjangan dan pembubaran Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Pada tanggal 5 Mei, Marsinah menjadi salah satu wakil buruh dalam perundingan dengan pihak perusahaan.

Namun pada siang hari tanggal 5 Mei, sebanyak 13 orang buruh rekan Marsinah dibawa ke Kodim. Disana mereka diinterogasi dibawah tuduhan melakukan rapat gelap, penghasutan dan dipaksa untuk menandatangi penyataan mengundurkan diri dari perusahaan. Demi mengetahui hal yang dinilainya janggal ini, Marsinah mendatangi markas Kodim seorang diri untuk menanyakan keberadaan rekan-rekannya.

Sepulangnya dari Kodim, keberadaan Marsinah tidak diketahui selama 3 hari hingga akhirnya ditemukan tidak bernyawa pada tanggal 8 Mei 1993, pada saat itu usianya 24 tahun. Kematiannya menyedot perhatian masyarakat luas, bahkan di tahun yang sama pula, ia memperoleh penghargaan Yap Thiam Hiem.

Dibawah sorotan masyarakat, pada tanggal 30 September 1993, sebuah tim penyidik dibentuk oleh pemerintah Jawa Timur. Hasilnya, 10 orang tersangka, yang salah satunya adalah anggota TNI, ditangkap dan diadili hingga tingkat kasasi Mahkamah Agung dan kemudian divonis tidak bersalah dan dibebaskan. Pada proses peradilan ini pun menyimpan banyak kejanggalan, misalnya saja penangkapan 8 petinggi PT Catur Putra Surya yang misterius dan pengalihan alibi menjadi pembunuhan dan pemerkosaan.

Di proses peradilan disebutkan bahwa Marsinah mengalami perkosaan, namun yang tidak pernah diungkap ke pengadilan saat itu adalah bahwa tidak ditemukan bukti-bukti kerusakan pada tubuh Marsinah yang mengarah kepada tindak pemerkosaan. Pada saat tubuhnya diotopsi ulang, hasil forensik menyatakan bahwa tulang panggul dan leher Marsinah hancur dan bukan disebabkan oleh pukulan benda tumpul. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan dari berbagai kalangan dan menganggap ada rekayasa dalam kasus pembunuhan Marsinah dan proses peradilannya.

Kasus Marsinah sudah pernah berusaha diangkat kembali oleh berbagai kalangan, namun tidak juga menunjukkan titik terang, hal ini menunjukkan betapa terpinggirnya posisi buruh dan rakyat kecil di dalam proses peradilan Indonesia. Sementara itu, rekan-rekan Marsinah di PT. Catur Putra Surya melanjutkan perjuangan dan membentuk Serikat Buruh Kerakyatan yang berafiliasi kepada Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Konfederasi KASBI).

Mereka Takut Pada Marsinah, Mereka Takut Pada Kaum Buruh!

Peristiwa tersebut paling tidak menunjukkan bagaimana negara, pengusaha dan militer berkongkalikong untuk merampas kesejahteraan rakyat kecil dan juga bagaimana rentannya posisi perempuan dalam perjuangan pembebasan rakyat dari penindasan. Kasus Marsinah yang mengandung indikasi campur tangan militer dalam usaha penghancuran gerakan buruh di era Soeharto berusaha dikaburkan lewat alibi bahwa pembunuhan itu adalah kasus pemerkosaan, meski bukti hanya menunjukkan bahwa ia mengalami penganiayaan berat dan bukan diperkosa.

Hal ini juga adalah tendensi patriarkis rezim ORBA yang masih bertahan hingga hari ini, kematian Marsinah yang berlatar belakang politik pengekangan gerakan buruh berusaha dikaburkan menjadi sebuah kasus pemerkosaan. Di dalam kacamata patriarkis, pemerkosaan adalah sebuah kasus kriminal biasa yang tidak bernilai politis seperti isu penghancuran gerakan buruh atau penghalangan perjuangan buruh, sehingga menjadikan kasus Marsinah sebagai kasus pemerkosaan akan meredam efek politis dari kematianya.

Rezim berhasil menghilangkan jasad dan nyawa Marsinah dari muka bumi, tapi mereka tidak akan pernah berhasil menghapuskan sosok dan semangat Marsinah dari para buruh dan kaum gerakan Indonesia. Marsinah yang kondisinya sama dengan buruh-buruh berupah rendah lainnya menjadi prasasti pengingat bahwa untuk mendapatkan kesejahteraan yang memang haknya, kaum buruh akan berhadapan langsung dengan rezim; pemilik modal, pemerintah dan militer. Di masyarakat luas pun sosok Marsinah dikenang sebagai sebuah satire negara demokrasi.

Bertahun setelah kematiannya, Marsinah menjadi sosok yang subversif bagi rezim. Beberapa karya seni yang mengangkat kisah Marsinah dihalang-halangi oleh pemerintah, seperti film Marsinah karya Slamet Rahardjo yang oleh Menakertrans Jacob Nuwa Wea sempat diminta untuk ditunda rilisnya dan pementasan drama monolog Marsinah menggugat oleh Ratna Sarumpaet dilarang oleh kepolisian Malang meski pun sebelumnya sudah sukses diadakan di tujuh kota lainnya.

Pementasan drama tidak termasuk dalam hal yang membutuhkan ijin dari pihak kepolisian, cukup hanya memberikan surat pemberitahuan pelaksanaan. Namun bila pementasan yang bertajuk Marsinah Menggugat sampai dilarang oleh pihak keamanan, maka bisa disimpulkan ada hal terlarang dari pementasan tersebut. Apa hal terlarang tersebut? Marsinah, ya, Marsinah adalah kata subversif dalam kemapanan rejim selama ini.

Kondisi Buruh Hari Ini

18 tahun sudah berlalu sejak Marsinah dibunuh dan tanpa peradilan yang berpihak padanya, kondisi buruh masih juga belum membaik. Bila membaca pernyataan yang dikeluarkan oleh Konfederasi KASBI pada Hari Buruh Sedunia tahun 2011 ini tergambarkanlah situasi dunia dan kondisi kaum buruh hari ini.

Labor Market Flexibility (Sistem Pasar Kerja yang Lentur) yang diterapkan oleh rezim Neolib menurunkan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang semakin melemahkan posisi buruh di dalam pekerjaannya, belum lagi perekonomian yang masih berorientasi pada penanaman modal asing mengakibatkan upah rendah masih menjadi sebuah opsi utama.

Kepentingan untuk menarik para penanam modal dan pelancaran sistem yang kapitalistik meminggirkan tugas negara yang sudah diamanatkan dalam naskah-naskah kemerdekaan dan perundangan dasar, yaitu mensejahterakan rakyat, seluruh rakyat tanpa pembedaan, sejahtera yang sesejahtera-sejahteranya!

Meski pun ada hukum yang dianggap mampu melindungi hak-hak buruh, namun dengan lemahnya posisi buruh dalam peradilan negara, maka hukum ini pun gagal menjalankan fungsinya. Lebih tepatnya, hukum di Indonesia memang tidak disusun untuk benar-benar berpihak kepada kaum buruh dan rakyat kecil. Sudah umum diketahui, kasus-kasus perburuhan yang sampai di meja peradilan hampir seluruhnya dimenangkan oleh pihak pengusaha.

Masih banyak sekali perusahaan yang menolak untuk merundingkan dan menandatangai Perjanjian Kerja Bersama antara pengusaha dan buruhnya, karena hal itu akan memberikan kesadaran akan posisi yang lebih tinggi pada buruh. Begitu juga sistem jaminan sosial menjadi semacam lagu nina bobo rakyat kecil pada umumnya dan kaum buruh pada khususnya, memberikan ilusi kesejahteraan dan perlindungan negara.

Kapitalisme, dalam bentuk Neoliberalisme tidak mempertimbangkan buruh dalam posisi yang setara dengan para pemilik modal, buruh hanya dijadikan bagian dari mesin-mesin produksi dan direbut harga kemanusiaannya dan negara telah membantu para pemiliki modal untuk melemahkan kesadaran juang kaum buruh lewat iming-iming permainan kata di lembar-lembar perundangan dan ilusi jaminan sosial.

Jelaslah bahwa selama sistem yang dipakai adalah sistem Neoliberalisme, selama itu pula lah kesejahteraan hanya akan menjadi milik segelintir orang, sementara rakyat kecil tidak akan pernah sejahtera.

Menanti Kebangkitan Massa Marsinah, Menanti Buruh Bertindak!

Melihat keterpurukan posisi buruh dalam alam yang kapitalistik, maka sangat mudah dipahami ketakutan rejim akan munculnya pemberontakan massa buruh. Pada saat beban kehidupan menghimpitm kesadaran para buruh akan situasinya akan meningkat, borok-borok kelakuan rejim terhadap kaum buruh akan semakin jelas terlihat dan dirasakan.

Saat buruh-buruh yang sadar dan penuh api kemarahan ini bangkit dan bersatu, maka dapat kita bayangkan betapa menyeramkannya situasi itu bagi rejim, ini sebabnya mereka berusaha membius kaum buruh lewat hegemoni paradigma perburuhan yang sejatinya hanya penghalusan makna dari perbudakan dan ilusi-ilusi jaminan kesejahteraan.

Di Indonesia, ada ribuan Marsinah yang belum berhasil mereka bunuh. Coba kita ambil kata kunci; Marsinah, Buruh, Perempuan, Unjuk Rasa Untuk Kenaikan Upah, Diculik, Dibunuh, Keterlibatan Militer, Tidak Ditemukan Pihak Yang Bertanggung Jawab. Lalu mari kita ambil pula beberapa kata kunci kondisi paska kematian Marsinah hingga hari ini; Buruh, Neoliberalisme, Upah Rendah, Diskriminasi Seksual, Hidup Tak Layak, Kemiskinan, PHK, Sistem kontrak dan outsourcing, Pengangguran, Gerakan Buruh Yang Masih Mengakar.

Saat mencoba menghubungkan kata-kata kunci dari kedua masa itu, kita ingat juga bahwa dalam sejarah manusia, sudah lazim bahwa satu sosok teraniaya bisa membangkitkan dan menularkan rasa senasib sepenanggungan, begitu pula Marsinah. Kaum buruh yang memiliki kesamaan latar belakang dengan Marsinah tentunya memiliki sentimen kuat atas apa yang dialaminya, karena mencerminkan kehidupan kaum buruh secara umum. Bila sentimen dan kesadaran buruh akan kondisi mereka meluas dan menguat, maka sangat pasti pemberontakan akan terjadi.

Bisa dilihat betapa rezim gentar akan nyala api yang telah dihidupkan Marsinah di dalam jiwa kaum buruh, nyala api yang bila bersatu akan membakar habis kemapanan penindasan mereka, menjatuhkan mereka ke bawah kekuasaan yang sejati, kekuasaan kelas pekerja. Karena hal ini, selamanya Marsinah akan tetap hidup, selamanya Marsinah akan menjadi bagian dari api perlawanan kaum buruh, selamanya Marsinah akan jadi pahlawan kaum buruh, pahlawan kaum tertindas.

Ditangan kaum buruhlah keputusan berada, apakah akan merebut kehidupan yang dipasung oleh rezim atau kah berdiam diri dan tunduk menjadi budak para pemilik modal. Namun karena manusia itu sejatinya adalah sederajat dan memiliki hak yang sama untuk hidup selayaknya manusia, layak yang paling layak tidak hanya cukup makan cukup minum, maka kaum buruh dan rakyat tertindas lainnya harus bangkit melanjutkan perjuangan pemerdekaan kaum tertindas.

Mari kita buat mereka gentar, mari letakkan kemenangan ditangan kelas buruh. Selamat Hari Marsinah, Pahlawan Kaum Buruh! Kobar nyalakan api perlawanannya di bumi persada!

( Jovanka Edwina, Anggota Kolektif Perempuan Pekerja Yogyakarta)

Reply

Leave a Comment

Mempunyai Masalah Rambut Gugur?

Previous post:

Next post: