≡ Menu

Halimatus Sa’adiah ( Srikandi Islam )

HALIMATUS-SAADIAH

Aminah masih menunggu akan menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang Keluarga Sa’d yang akan menyusukan anaknya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan bangsawan-bangsawan Arab di Mekah. Adat demikian ini masih berlaku pada bangsawan-bangsawan Mekah. Pada hari kelapan sesudah dilahirkan anak itupun dikirimkan ke pedalaman dan baru kembali pulang ke kota sesudah ia berumur lapan atau sepuluh tahun. Di kalangan kabilah-kabilah pedalaman yang terkenal dalam menyusukan ini di antaranya ialah kabilah Banu Sa’d. Sementara masih menunggu orang yang akan menyusukan itu Aminah menyerahkan anaknya kepada Thuwaiba, budak perempuan pamannya, Abu Lahab. Selama beberapa waktu ia disusukan, seperti Hamzah yang juga kemudian disusukannya. Jadi mereka adalah saudara susuan.

 


Sekalipun Thuwaiba hanya beberapa hari saja menyusukan, namun ia tetap memelihara hubungan yang baik sekali selama hidupnya. Setelah wanita itu meninggal pada tahun ketujuh sesudah ia hijrah ke Medinah, untuk meneruskan hubungan baik itu ia menanyakan tentang anaknya yang juga menjadi saudara susuan. Tetapi kemudian ia mengetahui bahwa anak itu juga sudah meninggal sebelum ibunya.

Akhirnya datang juga wanita-wanita Keluarga Sa’d yang akan menyusukan itu ke Mekah. Mereka memang mencari bayi yang akan mereka susukan. Akan tetapi mereka menghindari anak-anak yatim. Sebenarnya mereka masih mengharapkan sesuatu jasa dari sang ayah. Sedang dari anak-anak yatim sedikit sekali yang dapat mereka harapkan. Oleh karena itu di antara mereka itu tak ada yang mau mendatangi Muhammad. Mereka akan mendapat hasil yang lumayan bila mendatangi keluarga yang dapat mereka harapkan.

Akan tetapi Halimah bint Abi-Dhua’ib yang pada mulanya menolak Muhammad, seperti yang lain-lain juga, ternyata tidak mendapat bayi lain sebagai gantinya. Di samping itu karena dia memang seorang wanita yang kurang mampu, ibu-ibu lainpun tidak menghiraukannya. Setelah sepakat mereka akan meninggalkan Mekah. Halimah berkata kepada Harith bin Abd’l-‘Uzza suaminya: “Tidak senang aku pulang bersama dengan teman-temanku tanpa membawa seorang bayi. Biarlah aku pergi kepada anak yatim itu dan akan kubawa juga.”

“Baiklah,” jawab suaminya. “Mudah-mudahan karena itu Tuhan akan memberi berkah kepada kita.”

Halimah kemudian mengambil Muhammad dan dibawanya pergi bersama-sama dengan teman-temannya ke pedalaman. Dia bercerita, bahwa sejak diambilnya anak itu ia merasa mendapat berkah. Ternak kambingnya gemuk-gemuk dan susunyapun bertambah. Tuhan telah memberkati semua yang ada padanya.

Selama dua tahun Muhammad tinggal di sahara, disusukan oleh Halimah dan diasuh oleh Syaima’, puterinya. Udara sahara dan kehidupan pedalaman yang kasar menyebabkannya cepat sekali menjadi besar, dan menambah indah bentuk dan pertumbuhan badannya.

Setelah cukup dua tahun dan tiba masanya disapih, Halimah membawa anak itu kepada ibunya dan sesudah itu membawanya kembali ke pedalaman. Hal ini dilakukan karena kehendak ibunya, kata sebuah keterangan, dan keterangan lain mengatakan karena kehendak Halimah sendiri. Ia dibawa kembali supaya lebih matang, juga memang dikuatirkan dari adanya serangan wabah Mekah.

Dua tahun lagi anak itu tinggal di sahara, menikmati udara pedalaman yang jernih dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi.

Kisah Dua Malaikat dan Pembedahan Dada
Pada masa itu, sebelum usianya mencapai tiga tahun, ketika itulah terjadi cerita yang banyak dikisahkan orang. Yakni, bahwa sementara ia dengan saudaranya yang sebaya sesama anak-anak itu sedang berada di belakang rumah di luar pengawasan keluarganya, tiba-tiba anak yang dari Keluarga Sa’d itu kembali pulang sambil berlari, dan berkata kepada ibu-bapanya: “Saudaraku yang dari Quraisy itu telah diambil oleh dua orang laki-laki berbaju putih. Dia dibaringkan, perutnya dibedah, sambil di balik-balikan.”

Dan tentang Halimah ini ada juga diceritakan, bahwa mengenai diri dan suaminya ia berkata: “Lalu saya pergi dengan ayahnya ke tempat itu. Kami jumpai dia sedang berdiri. Mukanya pucat-pasi. Kuperhatikan dia. demikian juga ayahnya. Lalu kami tanyakan: “Kenapa kau, nak?” Dia menjawab: “Aku didatangi oleh dua orang laki-laki berpakaian putih. Aku di baringkan, lalu perutku di bedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Tak tahu aku apa yang mereka cari.”

Halimah dan suaminya kembali pulang ke rumah. Orang itu sangat ketakutan, kalau-kalau anak itu sudah kesurupan. Sesudah itu, dibawanya anak itu kembali kepada ibunya di Mekah. Atas peristiwa ini Ibn Ishaq membawa sebuah Hadis Nabi sesudah kenabiannya. Tetapi dalam menceritakan peristiwa ini Ibn Ishaq nampaknya hati-hati sekali dan mengatakan bahwa sebab dikembalikannya kepada ibunya bukan karena cerita adanya dua malaikat itu, melainkan – seperti cerita Halimah kepada Aminah – ketika ia di bawa pulang oleh Halimah sesudah disapih, ada beberapa orang Nasrani Abisinia memperhatikan Muhammad dan menanyakan kepada Halimah tentang anak itu. Dilihatnya belakang anak itu, lalu mereka berkata:

“Biarlah kami bawa anak ini kepada raja kami di negeri kami. Anak ini akan menjadi orang penting. Kamilah yang mengetahui keadaannya.” Halimah lalu cepat-cepat menghindarkan diri dari mereka dengan membawa anak itu. Demikian juga cerita yang dibawa oleh Tabari, tapi ini masih di ragukan; sebab dia menyebutkan Muhammad dalam usianya itu, lalu kembali menyebutkan bahwa hal itu terjadi tidak lama sebelum kenabiannya dan usianya empat puluh tahun.

Ini ada nasyid tentang Halimatus Saadiah dan pengorbanannya untuk membesarkan Nabi Muhammad. Pengorbanannya itu di balas oleh Allah s.w.t dengan pemberian rezeki yang banyak dan kehidupan yang lebih baik dari sebelum itu. Hayatilah Halimatus Saadiah dari kumpulan In-Team:

 

 

Halimatus Saadiah

Kakimu melangkah lesu menuju ke jalan pulang
Kecewa kerana gagal mendapat bayi hartawan
Namun apakah yang akan kau beri sebagai jawapan
Jika ditanya mengapa kau gagal mendapatkannya

Tiba-tiba senyum si yatim itu menyapa
Tergugah deria ibu yang bersemi di jiwa
Biar Muhammad itu tanpa upah berganda
Namun hatimu rela bukan kerana harta

Halimatus Saadiah
Engkau ibu yang bertuah
Kau wanita penerima barakah
Dari desa pedalaman
Daerah di pinggiran
Kau menyusui insan pilihan

Kau pangku dia dan berubahlah segalanya
Badan yang terasa lesu kini bertenaga
Susu yang sedikit itu bertambah dengan segera
Peliharaan ternakan membiak subur berganda

Halimatus Saadiah, kau ibu barakah
Engkau pemula muqaddimah yang indah
Episod awal sirah Nabi junjungan mulia
Kau ibu susu yang bertuah

Pada sejarahmu terukir kenyataan
Tidak kan miskin jika membela Islam
Tidak hina meriba kebenaran yang mulia
Jangan takut jika kau beriman

Duit Tambahan Dengan Hanphone

Incoming search :

halimatus saadiah,arti nama khalimatus sadiyah,arti nama khalimatus,arti nama halimatussadiah,halimatus sadiyah,lirik halimatus sadiah Inteam,arti nama halimatu sadiah,halimatun saadiah,Siapakah halimatus saadiah,kisah halimatus saadiah,maksud nama halimatul saadiah,nama anak halimatus sa\diyah,nabi tinggal dengan halimatun saadiah,nabi muhammad ketika diasuh halimatussadiah,kenapa siti aminah menghantar nabi muhammad kepada halimahtul saadiah,khalimatus sa\diyah,nabi diasuh halimatussadiah selama?,nabi bersama halimatussadiah,mengapa nabi disusukan oleh halimatul saadiah,Masa Pengasuhan Halimatus Saadiyah,kisah halimatun saadiah,kisah halimatus sadiyah,lagu mengenai srikandi islam,kisah hidup halimatus saadiah,KISAH HALIMATUSSADIYAH,nama halimatusadiyah artinya,Nama kampung pedalaman yang mengurus nabi muhamad saw,nama pengasuh perempuan nabi muhammad saw yg dari kampung pedalaman adalah,siapa jodoh halimatus sadiah,siapakah halimatusadiah,siapakah nama anak Halimatus sadiyah,suami halimah tus syadiah,suamu halimaktus sadiyah,suwaibah dan halimah myusukan nabi,tempoh nabi tinggal bersama halimatus sadiah,vitamin sakdiah dari arab,sejarah halimatus sadiah,saat bayi nabi muhammad saw diasuh oleh seorang perempuan dari kampung pedalaman yang bernama,saat bayi nabi muhammad diasuh oleh seorang petempuan dari kampung pedalaman yang bernama,nasyid halimatusadiyah,Pengasuh nabi Muhammad dari kampung pedalaman saat bayi,pengertan halimatus sadiah,Peristiwa penting ketika nabi diasuh halimatus sadiyah dan maknanya,ramalan dari nama halimatus sadiyah,ramalan nama nur halimatun syahdiah,Riwayat halimatus sadiyah,riwayat hidup halimatul saadiah,www cerita halimatun sad diah,inteam nasyid halima tussadiah,apa arti nama halimatus saadiah,arti nama halima tusya\adiah,arti nama halimatu syadiayah,arti nama halimatun syadiah,arti nama halimatus,arti nama halimatus sa diah,arti nama halimatus sa\diah,arti nama halimatus syadiah,Alasan muhammad d susui halimah syadiyah,arti khalimatus sa\diyah,arti kata Lailatu sadiah,apa yang terjadi pada keluarga halimah sadiyah setelah merawat muhammad,apa yg terjadi pada keluarga hamilah sadiah setelah merawat nabi muhammad,arti dari halimatun sadiah,arti dari nama Halimatus sehroh,Arti dari nama halimatusadiah,arti dari nama halimatussadiah,arti halimatul sauda,arti halimatus sadiyah,arti nama tasya halima tus sadiah,asal kata halimatusadiyah,berapa lamakah halimatun saadiah menyusu nabi muhammad,halimah dan hubungan dengan nabi,halimatu sadiah,halimatul saadiah hamzah,Halimatus Syadiyah istri nabi,halimatusadiyah istri nabi,halimatusadiyah mengasuh muhammad selama,halimatusadiyah muhammad,in team halimatussakdiah,foto nama halimatussa diyeh,foto hubungan intiem,berapa tahun nabi muhammad di susu oleh halimatul sakdiah,berapa tahun nabi muhammad disusui oleh halimah sa\diyah,Biodata halimatun sakdiah,biografi halimatus sadiyah,biografi siti halimatussadiah,DOWNLOAD INTEAM HALIMATUS SAADIA,download lagu halimatus saadiah,download lagu in team halimatus saadiah,inteam halimatus saadiah lirik

0 comments… add one

Leave a Comment



Next post:

Previous post: